Bahaya, Kapal Pengangkut BBM-MT Subsidi Terkesan Dipaksa Walaupun Bisa Mengancam Nyawa Abk

Bahaya, Kapal Pengangkut BBM-MT Subsidi Terkesan Dipaksa Walaupun Bisa Mengancam Nyawa Abk.

Harianteks.com | MOROTAI- Kapal KM. Samudera Indah, dengan Nomor GT. 25. 2005 dipakai untuk angkut Bahan Bakar Minyak BBM Subsidi Minyak Tanah dari Pelabuhan Tobelo ke Pelabuhan Desa Waringin Morotai, Rabu (1/5/24) dini hari.

Pantaun Harianteks.com, sekitar pukul : 01.30. Wit di Pelabuhan Desa Waringin, Kecamatan Morotai Selatan Barat, kapal tersebut dengan kondisi yang sangat tidak layak.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dari hasil pantauan Wartawan Harianteks.com dan beberapa teman-teman Wartawan atau media lainnya, kami sempat terheran – heran dengan kondisi fisik kapal tersebut.

Beberapa Anak Buah Kapal (ABK) saat interviu media ini, mengaku tidak apa-apa soal kapal kondisi kapal dimaksud, sehingga mereka mengaku itu urusan Bos kami.

Kepala (Kep) Kapal, Saleh M. Djamaludin, saat diwawancara awak media terkait faktor ketidak layakan, ia mengaku pihak mengangkut minyak sebanyak 35 Ton

Sementara kapasitas kapal Km. Samudera Indah tersebut hanya memiliki 25 Gros Ton atau GT. 25. 2005, sehingga kapal tersebut terlihat sangat terbeban atau dipaksakan

Bahkan kapal tersebut pun memakan waktu yang sangat lamah, menurtnya kami berangkat dari pelabuhan Tobelo itu jam 11, dan sampai di Morotai jam 7, berarti sekitar 8 jam lebih.

Anehnya pihak sabandar sabandar Halmahera Utara, dan Morotai berani mengeluarkan izin berlayar. Padahal sangat tidak kapal tersebut diberikan izin, yang mengangkut muatan diatas kapasitas

Ditambah lagi kondisi fisik yang sudah lapuk dan banyak yang bocor, bahkan kondisi di dalam kapal sangat memprihatinkan.

Ramli Baide, selaku Pelaksana Harian PLH Sabandar Morotai saat di Konfirmasi Harianteks.com, dikantor sabandar pada hari kamis sekitar pukul : 17.00 Wit, mengatakan memang tidak layak kalau begitu, akunya

Hanya seja sejauh ini saya belum cek dilapangan kondisi kapal Samudera Indah tersebut sekarang ini, sehingga nanti kami akan melakukan pengecekan langsung

Kalau memang kondisi kapal sudah parah maka kami akan perintahkan kapal itu untuk naik doc. Bahkan kalau memang sudah parah maka kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar diganti, tegasnya.

Soal layak dan tidak layak, kenapa sampai sabandar atau direktorat halut mengeluarkan izin, itu saya katakan pasti sudah dicek, sehingga mengeluarkan izin. Tapi, nanti kami cek dan periksa ulang.

Artinya pihak sabandar harus bertanggung jawab apabila terjadi apa-apa atau kecelakaan, terkait dengan keselamatan nyawa ABK

Padahal harusnya kapal yang mengangkut BBM Subsidi sudah menggunakan logo K3 atau kapal besi yang sudah diuji kelayakannya.

Selain itu pihak Perindagkop juga harus intens mengecek dan berkoordinasi dengan pihak terkait menyangkut nyawa abak dan kuota bbm warga morotai.

Sementara Ishak, pihak sabandar Halmahera Utara, Tobelo saat dikonfirmasi awak media lewat WhatshApp, dirinya belum memberikan tanggapan sampai berita ini dilayangkan.

Editor : Abdu;l
Reporter : (Ode)

W3.CSS

Advertistment


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *