Kerap Buat Resah Warga, Indukan Ular Ditaklukkan Regu Damkar Posko Bontomate’ne

Harianteks.com | SELAYAR_Ular piton besar berukuran panjang kurang lebih tujuh meter yang selama ini kerap membuat resah warga peternak sapi dan pekebun di Dusun Lembang Tusinna, Desa Maharayya, Kecamatan Bontomate’ne, akhirnya takluk di tangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Posko Bontomate’ne yang bertindak cepat turun ke lapangan menindaklanjuti laporan serta informasi warga terkait keberadaan seekor ular piton yang sementara memangsa ternak milik warga.

Personil Damkar Posko Bontomate’ne turun ke lapangan usai menerima laporan lelaki Jannu yang pada sekira pukul 09.30 Wita, hari, Minggu, (7/7/2024) pagi, mendatangi posko Damkar Bontomate’ne dan melaporkan perihal penampakan seekor ular piton yang sementara berkeliaran di sekitar area kawasan peternakan Lembang Tusinna, Desa Maharayya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Usai menerima laporan, satu regu personil Damkar langsung dikerahkan turun ke lapamgan melakukan tindakan penelusuran dan melakukan penangkapan terhadap ular piton dimaksud.

Penangkapan ular piton tersebutpun ‘berbuah’ apresiasi dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Selayar, Saparuddin, S. Sos yang secara spontanitas menyampaikan ucapan terima kasih disertai penghargaan kepada regu Damkar Bontomate’ne yang berhasil menaklukkan ular piton berukuran tujuh meter melalui aksi heroik masuk hutan dan menembus rerumputan untuk mencati serta menangkap ular piton yang dilaporkan warga.

Saparuddin mengungkapkan ular piton indukan tersebut ditangkap bersama sama personil Damkar dan warga masyarakat setempat.

Usai ditangkap, ular piton tersebut, kemudian dievakuasi dengan mengendarai sepeda motor.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Saparuddin, mensinyalir, Koko Lohe, Bira bira, Dusun Barat Onto, Desa Maharayya merupakan kawasan tempat berkembang biaknya kawanan ular piton berbisa dan cukup membahayakan keselamatan warga.

Sebelumnya kata dia, penampakan ular piton yang ukurannya jauh lebih besar, sempat terlihat direkam dengan menggunakan camera video oleh warga pada hari, Sabtu, (6/7/2024) siang yang secara kebetulan sempat melihat ular itu melintas di sekitar area peternakan milik warga.

Ularnya sampai sekarang belum tertangkap. Oleh karenanya, warga diminta untuk lebih berhati hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar kawasan Koko Lohe, tandasnya.

Reporter : (Fadly Syarif)

W3.CSS

Advertistment


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *