Mobil Box Berisi Barang Cantik Masuk di Pelabuhan Tikus, Ini Lokasinya

Tampak dari depan, pintu masuk pelabuhan yang kerap di jadikan barang tanpa dokumen masuk di wilayah tersebut,,//ist

Harianteks.com – Para pelaku usaha non prosedural memanfaatkan waktu luang Aparat Penegak Hukum (APH) di Batam untuk memuluskan kegiatan mereka dalam menghindari pajak negara. Kaitan itu beragam bentuk dengan masuk nya jenis barang yang di duga tanpa kepabeanan Bea dan Cukai.

Terlihat dari beberapa tahun belakangan ini, kedekatan antara cukong bos ilegal mengandung siklus persahabatan yang baik demi mulus nya barang bawaan. Barang bawaan yang di duga di selundupkan banyak jenis.

Keberadaan pelabuhan tikus atau ilegal disekitar kawasan Industri Galangan Kapal di Jl. DP 12, Sagulung-Batam diduga tuai kerugian negara.

Pasalnya, pelabuhan tak resmi tersebut dijadikan dermaga pengiriman barang tanpa melengkapi dokumen kepabeanan terlebih dahulu.

Kondisi lahan terjepit diantara perusahaan Shipyard dan dermaga objek vital pipa gas alam Gresik-Singapura itu dimanfaatkan oleh sekelompok orang sebagai titik koordinat pengiriman barang dari berbagai macam jenis barang keluar daerah pabean asal.

Sementara, sesuai regulasi kepabeanan pengangkut diwajibkan mencantumkan nama barang asal daerah pabean yang akan diangkut ke tempat lain dalam daerah pabean melalui luar daerah pabean oleh sarana pengangkut dalam manifest.

Pemerintah melalui instansi terkait diharapkan bisa menertibkan pelabuhan tak resmi ini jika memang benar-benar peduli terhadap kerugian negara. Ditambah kegiatan itu hampir tiap malamnya beroperasi melakukan pengiriman barang keluar daerah pabean asal,” sebut Rudi Sah Indra, Ketua Plt. Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia DPD Kepri, seperti di lansir dari Ozone.co.id pada, Senin (29/04/2024) lalu.

Saat itu, Rudi menuturkan adanya dugaan keterlibatan salah satu oknum Aparat Penegak Hukum menjadi pemicu langgengnya aktivitas ilegal di pelabuhan tersebut, bahkan oknum yang disebut-sebut buruh TKBM di pelabuhan itu terindikasi merupakan pemain lama di Pelabuhan Tikus Kampung Tua Dapur 12.

“Kita sudah mencoba untuk mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan melalui pesan WhatsApp App, namun hingga kini belum mendapat tanggapan dari beliau,” jelas Rudi Sah Indra, kepada awak media.

Informasi yang diterima media ini, gudang yang di balut seng bewarna biru tersebut di jaga segerombolan orang untuk melakukan penjagaan extra ketat. Tak apik sebuah bangunan pos pun ikut serta dalam pemantauan setiap tamu yang datang.

Terpisah, Aktivis Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik Kota Batam, Rico Yuliansyah mengatakan bahwa keberadaan pelabuhan ilegal sangatlah merugikan negara.

“Pelabuhan Ilegal sangat merugikan negara. Maka, sudah seharusnya Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) merespon cepat setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat ataupun media. Jangan sampai hal seperti itu tidak direspon cepat,” jelas Rico yang selalu mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat.

Lanjutnya, Ia juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada APH yang selama ini telah bekerja maksimal dalam memberantas segala aktivitas ilegal yang ada di Kota Batam.

Kita ucapkan Terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh APH yang telah bekerja maksimal dalam memberantas segala aktivitas ilegal di Kota Batam,” pungkasnya.

Hingga berita ini di unggah, pihak  Kepala Kantor Bea dan Cukai Propinsi belum dapat di konfirmasi lebih lanjut._(red)

W3.CSS

Advertistment


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *