#OPINI Oleh: Rusmin Abdul Gani, SE – Ketua Umum PB HIPTI HarianTeks.com | Munaslub Kamar […]
#OPINI Oleh: Rusmin Abdul Gani, SE – Ketua Umum PB HIPTI HarianTeks.com | Munaslub Kamar Dagang dan Industri […]
Berita Terkait
Headlines
Tag: Jakarta
Puluhan Pengendara Balap Liar Kocar Kacir saat Ditertibkan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakpus
Harianteks.com | JAKARTA-Guna menciptakan kondisifitas keamanan dan kenyamanan di wilayah Jakarta Pusat, Tim Patroli Perintis […]
Jelang Perhelatan MotoGP 2024, ASDP Terus Berinovasi dan Hadirkan Layanan Penyeberangan Prima Berkualitas
HarianTeks.com | JAKARTA_ PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempertegas komitmennya dalam menghadapi lonjakan penumpang di […]
Mahkota Hakim dan Strategi Kehumasan Pengadilan
MAHKOTA HAKIM DAN STRATEGI KEHUMASAN PENGADILAN
HarianTeks.com l Jakarta,Jumat
13 September 2024, _Putusan hakim sebaik dan sebenar apa pun ( obyektif, independen, transparan, akuntable, integritas ) akan dianggap tidak adil oleh pihak yang berperkara dengan tujuan mencari kemenangan, bukan bertujuan mencari kebenaran.
Dalam konteks kelembagaan, maka Mahkamah Agung dan Badan-Badan Peradilan di bawahnya yang nota bene core bussines-nya adalah memeriksa, memutus dan mengadili perkara yang disengketakan pihak-pihak yang berhadapan kepentingan dengan out put berupa putusan, maka sudah menjadi resiko laten jika akan terus menghadapi penilaian publik dalam sudut pandang/perspektif yang berbeda.
Bagi pihak yang dalam putusan hakim diuntungkan, dia akan memuji dan mengatakan putusan hakim sudah tepat dan adil, namun di satu pihak yang tidak diuntungkan, akan menganggap putusan tidak benar dan tidak adil. Itu jika tujuan berperkara adalah mencari kemenangan.
Oleh karena putusan adalah core busssines lembaga pengadilan, maka tolok ukur publik terhadap baik buruknya lembaga seringkali hanya dinilai dari putusan hakim saja, padahal sudah banyak perubahan-perubahan positif yang dilakukan lembaga pengadilan dalam melayani publik dengan berbagai inovasi baik mengenai administrasi perkara, maupun kemudahan dalam proses persidangan dengan mengoptimalkan tehnologi informasi.
Salah satu contoh transparansi proses ber-acara yang bisa diakses dengan mudah oleh para pihak bahkan oleh publik yaitu SIPP ( Sistem Informasi Penelusuran Perkara ) maupun e – Court yang mendeskripsikan perjalanan proses perkara sejak didaftarkan sampai putusan, belum lagi inovasi-inovasi lainnya.
Namun Succes Story atau keberhasilan semua perubahan positif dan bermanfaat bagi publik maupun pihak berperkara tersebut, ibarat panas kena hujan sehari, jika kemudian ada blow up atau viral nya sebuah putusan hakim yang dianggap atau dinilai tidak adil. Semua prestasi itu seolah tenggelam tiada arti hanya karena sebuah putusan.
Dan barangkali itu semua menjadi bukti tak terbantahkan adagium yang menyatakan putusan adalah mahkota-nya hakim. Segala pernak pernik perhiasan di pakaian kebesaran tentu tidak akan semahal dan seberharga makhkota di kepala. Jika mahkota dilihat retak, maka hilanglah kewibawaan pemakainya.
STRATEGI KEHUMASAN PENGADILAN
Bertolak dari fakta demikian, lalu bagaimana seharusnya strategi kehumasan lembaga pengadilan agar mampu menjadikan putusan hakim ( putusan pengadilan ) yang merupakan core bussines menjadi Lucky Point kehumasan bukan menjadi Bad Point ?
Jika kita melihat fenomena terkait pemberitaan sebuah putusan yang dinilai menjatuhkan performa lembaga pengadilan, hampir semua adalah terkait dengan putusan yang menarik perhatian masyarakat. Sehingga fokus managemen kehumasan sudah semestinya dimulai sejak perkara tersebut dilimpahkan atau didaftarkan ke pengadilan, bahkan untuk perkara pidana sudah bisa dimulai mapping-nya sejak ditetapkannya Tersangka oleh penyidik di wilayah hukum pengadilan setempat. Humas Pengadilan harus sudah melakukan semacam langkah Pulbaket ( informasi penting terkait perkara dimaksud ) agar setidaknya bisa digunakan untuk melakukan analisa yang hasilnya berupa opsi langkah-langkah antisipasi berkait dengan pemberitaan perkara dimaksud.
Humas Pengadilan juga secara internal melakukan koordinasi dengan majelis hakim yang menangani perkara yang menarik perhatian masyarakat tanpa mengganggu independensinya, sekedar untuk memperoleh informasi perkembangan penanganan perkaranya, agar Humas mampu memberikan jawaban atas pertanyaan dari media pers dengan akurasi yang tepat dan tidak melanggar aturan.
Selanjutnya dengan memperoleh dan mengamati jalannya persidangan, Humas akan bisa menganalisa apakah jika putusan dibacakan akan menimbulkan dampak pemberitaan yang seperti apa. Barangkali lebih tepat jika majelis hakim setelah membacakan putusan atas perkara yang menarik perhatian masyarakat mau memberikan poin-poin pertimbangan putusannya, sehingga seusai dibacakan, Humas bisa menyampaikan release singkat kepada media pers. Hal ini penting dilakukan agar publik tidak memperoleh berita tentang putusan yang seringkali ditulis secara tidak benar oleh media, dan berita yang tidak tepat tersebut sudah terlanjur dikonsumsi publik dan pada akhirnya menjadi berita yang sudah digoreng untuk kepentingan berbagai pihak.
Langkah lain yaitu Humas pengadilan harus proaktif berkoordinasi dengan majelis-majelis hakim yang menangani perkara dengan isue hukum yang aktual dan diapresiasi publik agar kelak mem-blow up putusan tersebut ke media pers, agar menjadi berita yang viral.
Secara singkat dapat dikatakan, putusan hakim jangan hanya menjadi berita buruk yang menenggelamkan banyaknya prestasi lembaga, tapi dikelola pemberitaannya menjadi kekuatan utama lembaga.
Tulisan : DJUYAMTO, SH.MH ( Humas PN Jakarta Selatan )
Editor: Abdul
Reporter : Iskandar
Momentum Pemilihan Ketua Mahkamah yang baru tidak lama lagi,kata Ketum FORSIMEMA-RI
HarianTeks.com | JAKARTA _Tinggal hitungan minggu, Pemilihan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Periode 2024 – […]
Kepala BSKDN: Inovasi Daerah Harus Mengandung Pembaruan dan Beri Manfaat Nyata
HarianTeks.com | JAKARTA – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) […]
Wakil Jaksa Agung Feri Wibisono: Jaksa Merupakan Profesi Membanggakan Namun Memiliki Beban Risiko Tinggi
HarianTeks.com | JAKARTA _Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ)Angkatan LXXXI Gelombang ITahun 2024 yang dilaksanakan […]
Kejaksaan Agung Memeriksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara PT Duta Palma Korporasi
HarianTeks.com | JAKARTA_ Kejaksaan Agung melaluiTim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang […]
Sekretaris MA Lantik Delapan Hakim Tinggi Pengwas Pada Badan Pengawasan Mahkamah Agung
HarianTeks.com | JAKARTA_Sekretaris Mahkamah Agung, Sugiyanto, S.H., M.H., melantik delapan Hakim Tinggi Pengawas pada Badan […]
Mewakili Bupati Lampung Timur Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Ir Moch Jusuf, menghadiri acara Anugerah Pandu Negeri tahun 2024
Harianteks.com | JAKARTA – Mewakili Bupati Lampung Timur Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Ir Moch […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.