Terkesan Lambat Proyek Pembangunan SPAM di Natuna, Anggaran Mencapai 16 Milyar.. Ada Apa??

Kondisi Proyek Pembangunan IPA /SPAM di Kecamatan Bungaran Barat,//Ist.

Harianteks.com – Proyek pembangunan IPA /SPAM di Kecamatan Sedanau, Kabupaten Natuna hingga saat ini kabarnya belum rampung. Proses kegiatan tersebut terkesan lambat tidak sesuai dengan masa pelaksanaannya.

Pembangunan ini di kerjakan oleh PT. Darma Premamandala dan memakan anggaran senilai 16 Milyar lebih yang bersumber dari dana APBN tahun 2023-2024.

“Proyek ini di perpanjang hingga di bulan Juli nanti. Seharusnya ini selesai pada Bulan ini (Mei), ” ucap Heru, yang merupakan penanggung jawab sebagai kontraktor kepada media ini, Senin (19/05/2024).

Ditanya lebih lanjut terkait lambatnya pekerjaan, dirinya mengaku akibat adanya iklim cuaca dan jalur akses material yang tidak mendukung.

“Yang mana seharusnya pekerjaan itu selesai di bulan Mei. Berhubung cuaca dan akses angkutan meterial nya susah jadi kita tidak bisa menyelesaikannya, ” ungkapnya.

“Saya pastikan di bulan Juli masyarakat di Sedanau sudah bisa menikmati hasil kerja kami, “cakap nya.

Pembangunan ini menjadi sorotan bagi masyarakat sekitar. Potensi akan kegagalan bisa saja terulang. Sebab informasi dari warga menyebut bahwa ada perusahaan yang sebelumnya melakukan pekerjaan tersebut berujung kegagalan.

Akibatnya, keinginan warga selama ini untuk menikmati air bersih tertunda hingga menunggu dua bulan ke depan.
Warga berharap proyek yang menelan angka fantastis tersebut cepat terealisasi.

“Kita minta proyek tersebut cepat selesai. Apalagi biaya nya bukan sedikit. Bayangkan 16 Milyar untuk pembangunan begitu. Uang nya kemana semua, ” ucap Akmaluddin, salah satu warga Bunguran Barat.

Sejauh ini, masyarakat di sana menanti akan hadirnya air bersih agar dapat di nikmati sebagai kebutuhan hidup. Selama proyek ini berjalan, masa kalender di pekerjaan tersebut hampir usai. Sikap warga pun menaruh curiga.

“Proyek ini jangan sampai gagal lagi seperti yang terdahulu. Kita minta agar pekerjaan itu benar – benar di awasi, karena batas waktu nya sangat mepet, bisa aja mereka kerja asal -asalan,” ungkap warga ini dengan nada kesal.

Sementara, selama proyek ini berjalan, Joni yang dipercaya sebagai Konsultan pengawas saat di konfirmasi memberitahukan bahwa dirinya tidak lagi bekerja di proyek tersebut. Lantaran kontrak nya dengan perusahaan telah habis.

“Benar, memang pekerjaan sempat terlambat dan insyaallah akan di selesaikan di bulan Juli. Tapi sayang nya kontrak saya sudah berakhir besok. Dan saya segera akan pulang. Untuk itu kedepannya saya tidak tahu siapa nanti yang mengawasi proyek tersebut, ” singkatnya.

Pantauan Harianteks.com di lapangan. Pengerjaan tersebut sangat amburadul. Plank yang bertuliskan
Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Direktorat jenderal cipta kerja. Balai prasarana permukiman daerah Kepulauan Riau telah tumbang akibat roboh.

Dan ada beberapa pipa yang tidak sepantas nya di pasang pada tempatnya.
(Baharullazi)

W3.CSS

Advertistment


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *